Translate

Kamis, 13 Desember 2012

Kawasan Wana Wisata Penggaron

 

 

kawasan wana wisata penggaron


Wisata Alam Wana Wisata Penggaron Ungaran Kab Semarang.
Kawasan Wana Wisata Penggaron Terletak di wilayah administratif Desa Susukan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten semarang, sekitar 2 km arah Kota Ungaran atau sekitar 18 km arah Selatan Kota Semarang. Wana Wisata ini adalah salah satu hutan binaan Kesatuan Bisnis Mandiri Wisata, Benih dan Usaha Lain (KBM WBU I) Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Masyarakat sekitar Semarang biasa memanfaatkan Wana Wisata Penggaron ini untuk berbagai aktivitas. Mulai dari olah raga, jungle tracking, outbound training, latihan SAR dan Pramuka, rekreasi, hingga penelitian dan kepentingan ilmu pengetahuan lainnya.
Wanawisata Penggaron juga merupakan lokasi pengamatan burung (bird watching) yang cukup bagus. Selain lokasinya yang sangat dekat dengan kota, Wanawisata Penggaron juga memiliki koleksi hidupan liar terutama burung yang cukup banyak dan menarik. SBC mencatat setidaknya ada 97 spesies yang terdapat dalam wanawisata tersebut. Dengan beberapa spesies yang menarik seperti Merak Hijau, Elang Ular Bido, Kadalan Birah, Kadalan Kembang dan beberapa raptor migran.
Potensi berupa keanekaragamanjenis burung di dalamnya serta jalur migrasi raptor dari belahan bumi utara tersebut, diharapkan mampu membuat Wana Wisata Penggaron bukan hanya dikenal sebagai hutan wisata yang biasa saja, namun juga mampu menjadi ekoeduwisata (wisata alam yang berwawasan lingkungan dan pendidikan).
Menuju Lokasi: Dari arah Semarang setelah Taman Unyil maju terus, setelah Bappeda Kabupaten Semarang belok kiri, belok kiri lagi lantas belok kanan. Bisa juga setelah Mapolres Ungaran belok kiri, lurus mentok belok kiri, maju terus mentok belok kanan, setelah menyeberangi jembatan Tol Semarang Solo, Wana Wisata

KAWASAN WISATA KOPENG

KAWASAN WISATA KOPENG



Desa Wisata Kopeng menyajikan panorama yang memikat dalam nuansa alam pedesaan dipadu dengan keindahan hamparan tanaman bunga dan sayuran membentuk suasana asri nan menyejukkan.
Desa Wisata Kopeng terletak di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Letak geografisnya berada di lereng gunung Merbabu, gunung Telomoyo dan gunung Andong di ketinggian 1450 m dari permukaan laut. Menyajikan panorama yang memikat dalam nuansa alam pedesaan dipadu dengan keindahan hamparan tanaman bunga dan sayuran membentuk suasana asri nan menyejukkan.

Daerah tujuan wisata alam ini berjarak tempuh sekitar 14 km dari kota Salatiga dan sekitar 54 km dari kota Semarang. Berkunjung ke Desa Wisata Kopeng, wisatawan dapat menikmati wisata alam pegunungan, bunga, petik strawberi, berkuda, kerajinan, budaya dan kuliner. Wana wisata Kopeng memiliki beberapa lokasi ideal yang bisa digunakan sebagai rekreasi keluarga, perkemahan, outbond dan acara rapat serta seminar pada institusi.

Di lokasi wisata Kopeng terdapat air terjun Umbul Songo (sembilan mata air). Konon, Umbul Songo merupakan mata air, yang ditemukan oleh para wali pada jaman Demak, untuk mencukupi kebutuhan akan air wudlu. Para wali ini kemudian bersama-sama berdoa memohon kepada Allah S.W.T untuk dimudahkan dalam memperoleh sumber mata air, guna keperluan berwudlu atau bersuci. Permohonan para wali dikabulkan dan keluarlah mata air yang debitnya sangat besar yang dinamakan Umbul Songo. Terdiri dari sumber mata air di sekitar Tekelan, Contre, Tayengan, Selodhuwur dan Kopeng. Agar lengkap berjumlah sembilan buah, kemudian ditambahkan sumber air yang ada di sekitar Peng Jero dan Kali Sati.

Wisata alam Kopeng di lereng Gunung Merbabu yang memiliki ketinggian 3150 m. Hawa dingin pegunungan mulai terasa ketika memasuki daerah wisata Kopeng. Semakin mendekat ke daerah Kopeng pengunjung akan mendapati perkebunan sayur-sayuran segar seperti wortel, kol, kentang, dan sawi.

Di daerah wisata Kopeng terdapat banyak villa-villa yang dilengkapi fasilitas TV dan air Panas, ruang pertemuan, ruang makan, bahkan dapur. Sehingga wisatawan serasa seperti di rumah sendiri disertai halaman parkir yang cukup luas. Para wisatawan juga dapat leluasa menikmati hari-hari libur dan rekreasi.
   
Bagi wisatawan yang memiliki hoby mendaki gunung, bisa mengunjungi Wana Wisata Kopeng. Dan melihat gunung Merbabu dengan diterawangi oleh sinar matahari sore hari. jadinya puncak gunung seperti berkilauan. Belum lagi udaranya yang segar.

CANDI GEDONG SONGO - KAB.SEMARANG




Hubungan bilateral antara Kerajaan Mataram Kuno dan kerajaan di India tidak hanya berlangsung dalam bidang perniagaan, melainkan berlanjut ke ranah budaya dan kepercayaan. Pengaruh budaya India tersebut bisa disaksikan pada bangunan candi yang tersebar di nusantara. Salah satu kompleks percandian yang mengusung langgam India dan sudah terpengaruh budaya lokal adalah kompleks Candi Gedong Songgo yang terletak pada ketinggian 1200 m dpl, tepatnya di lereng Gunung Ungaran. Tak ada data pasti yang menyebutkan kapan candi ini dibangun. Namun dilihat dari peninggalan artefak di sekitar candi serta kemiripan fisik dengan candi di Dataran Tinggi Dieng, para ahli menyimpulkan bahwa Candi Gedong Songo dibangun pada kurun waktu yang sama, yaitu sekitar abad VII - IX pada masa pemerintahan Dinasti Sanjaya.
Perjalanan menuju Kompleks Candi Gedong Songo merupakan tantangan tersendiri karena harus melewati tanjakan curam dan tikungan tajam. Namun perjuangan YogYES menembus medan yang berat sebanding dengan keindahan yang didapatkan. Dari pintu gerbang sudah terlihat kompleks candi yang berdiri dengan anggun dan megah di lereng gunung, berderet-deret dari bawah hingga atas. Aroma tanah basah, rumput yang habis dipotong, getah pinus, semerbak wangi bunga liar, dan udara sejuk pegunungan memberikan sensasi tersendiri. Cahaya matahari yang menerobos turun melewati celah pucuk-pucuk pinus dan menyinari bangunan candi menjadi lukisan pagi yang sempurna.
Sebelum dinamakan Gedong Sembilan, kompleks percandian ini bernama Gedong Pitoe, karena saat pertama kali ditemukan hanya ada tujuh kelompok bangunan. Setelah ada penemuan dua kompleks baru, candi pun dinamai Candi Gedong Songo yang berarti sembilan kompleks bangunan. Namun saat ini yang bisa dilihat oleh wisatawan hanyalah lima kompleks, sebab empat kompleks lainnya tinggal puing-puing dan sudah diamankan oleh Dinas Purbakala. Untuk menikmati keseluruhan bangunan candi ada dua cara yang bisa ditempuh, yang pertama adalah berjalan kaki sepanjang 4 km menyusuri jalan berbatu mulai dari Candi Gedong I hingga Candi Gedong V, atau menunggang kuda dengan rute sebaliknya. YogYES pun memilih untuk menunggang kuda dan memulai petualangan dari Candi Gedong V yang terletak di puncak tertinggi dengan sebutan Puncak Nirwana.
Awalnya YogYES sempat gamang ketika harus berkuda membelah hutan dengan jalan yang terjal dan berkelok. Tapi kegamangan itu segera sirna saat kuda mulai melangkah menyusuri jalan. Ketipak tapal kuda yang beradu dengan bebatuan menjadi melodi pengiring perjalanan, berpadu dengan ringkikan maupun kicau burung yang samar terdengar. Jalanan kemudian menukik turun, sehingga YogYES harus menegakkan badan dengan kaki menempel erat di badan kuda. Dari ketinggian Candi Gedong V, YogYES melayangkan pandangan ke seluruh penjuru dan terlihat gugusan pegunungan Sindoro, Sumbing, Merbabu, dan Telomoyo. Saat menuju ke Candi Gedong IV, mendadak matahari tertutup awan dan kabut mulai merayap turun. Bau belerang yang berasal dari sumber air panas yang terletak di antara Candi Gedong IV dan Gedong III pun mulai tercium. Sejenak YogYES merasa terlempar ke sebuah negeri antah berantah di mana semuanya serba misterius dan sunyi, namun memberikan kedamaian yang abadi.
Harga Tiket:
  • Tiket masuk obyek wisata: Rp 5.000
  • Tarif berkuda paket Candi Gedong Songo:
    Wisatawan domestik Rp 50.000
    Wisatawan mancanegara Rp. 70.000
  • Tarif berkuda paket wisata desa:
    Wisatawan domestik Rp 25.000
    Wisatawan mancanegara Rp. 35.000
  • Tarif berkuda ke sumber air panas:
    Wisatawan domestik Rp 40.000
    Wisatawan mancanegara Rp. 60.000
Perjalanan menuju Kompleks Candi Gedong Songo merupakan tantangan tersendiri karena harus melewati tanjakan curam dan tikungan tajam. Namun perjuangan YogYES menembus medan yang berat sebanding dengan keindahan yang didapatkan. Dari pintu gerbang sudah terlihat kompleks candi yang berdiri dengan anggun dan megah di lereng gunung, berderet-deret dari bawah hingga atas. Aroma tanah basah, rumput yang habis dipotong, getah pinus, semerbak wangi bunga liar, dan udara sejuk pegunungan memberikan sensasi tersendiri. Cahaya matahari yang menerobos turun melewati celah pucuk-pucuk pinus dan menyinari bangunan candi menjadi lukisan pagi yang sempurna.
Sebelum dinamakan Gedong Sembilan, kompleks percandian ini bernama Gedong Pitoe, karena saat pertama kali ditemukan hanya ada tujuh kelompok bangunan. Setelah ada penemuan dua kompleks baru, candi pun dinamai Candi Gedong Songo yang berarti sembilan kompleks bangunan. Namun saat ini yang bisa dilihat oleh wisatawan hanyalah lima kompleks, sebab empat kompleks lainnya tinggal puing-puing dan sudah diamankan oleh Dinas Purbakala. Untuk menikmati keseluruhan bangunan candi ada dua cara yang bisa ditempuh, yang pertama adalah berjalan kaki sepanjang 4 km menyusuri jalan berbatu mulai dari Candi Gedong I hingga Candi Gedong V, atau menunggang kuda dengan rute sebaliknya. YogYES pun memilih untuk menunggang kuda dan memulai petualangan dari Candi Gedong V yang terletak di puncak tertinggi dengan sebutan Puncak Nirwana.
Awalnya YogYES sempat gamang ketika harus berkuda membelah hutan dengan jalan yang terjal dan berkelok. Tapi kegamangan itu segera sirna saat kuda mulai melangkah menyusuri jalan. Ketipak tapal kuda yang beradu dengan bebatuan menjadi melodi pengiring perjalanan, berpadu dengan ringkikan maupun kicau burung yang samar terdengar. Jalanan kemudian menukik turun, sehingga YogYES harus menegakkan badan dengan kaki menempel erat di badan kuda. Dari ketinggian Candi Gedong V, YogYES melayangkan pandangan ke seluruh penjuru dan terlihat gugusan pegunungan Sindoro, Sumbing, Merbabu, dan Telomoyo. Saat menuju ke Candi Gedong IV, mendadak matahari tertutup awan dan kabut mulai merayap turun. Bau belerang yang berasal dari sumber air panas yang terletak di antara Candi Gedong IV dan Gedong III pun mulai tercium. Sejenak YogYES merasa terlempar ke sebuah negeri antah berantah di mana semuanya serba misterius dan sunyi, namun memberikan kedamaian yang abadi.
Harga Tiket:
  • Tiket masuk obyek wisata: Rp 5.000
  • Tarif berkuda paket Candi Gedong Songo:
    Wisatawan domestik Rp 50.000
    Wisatawan mancanegara Rp. 70.000
  • Tarif berkuda paket wisata desa:
    Wisatawan domestik Rp 25.000
    Wisatawan mancanegara Rp. 35.000
  • Tarif berkuda ke sumber air panas:
    Wisatawan domestik Rp 40.000
    Wisatawan mancanegara Rp. 60.000